Senin, 02 Oktober 2017

Tagged under:

Elastisitas Batuan




ELASTISITAS BATUAN

ELASTISITAS adalah kecenderungan bahan padat (batuan) untuk kembali ke bentuk aslinya setelah terdeformasi. Benda padat (batuan) akan mengalami deformasi ketika gaya diaplikasikan padanya. beberapa jenis batuan akan menampakan sifat elastisnya untuk harga-harga tertentu tergantung dari besarnya tegangan yang diberikan.

METODOLOGI. Penentuan parameter-parameter elastik dapat digolongkan atas dua cara yaitu cara statik dan cara kenetik. Pengukuran cara statik, partikel-partikel batuan (medium) tidak mengalami perubahan selama pengukuran berlangsung. Salah satu instrumen yang dapat digunakan pada pengukuran statik adalah sonic viewer dimana sampel batuan yang akan ditentukan parameter elastiknya ditempatkan secara tetap diantara dua sensor piezoelektrik. Konsep fisika yang berperan untuk menentukan elastisitas bahan dengan metoda peralatan Sonic Viewer adalah kondisi seimbang gelombang elastis. dengan merambatkan gelombang ultrasonic pada zat padat
RUMUS DAN PENJELASAN



















ALAT UKUR
Gambar : Rangkaian Alat Sonic Viewer Saat Dioperasikan dalam Pengukuran

Gambar : Diagram Alir Perjalanan Sinyal Sewaktu Pengoperasian Alat

APLIKASI
-         Dapat menentukan jenis batuan (bergantung dengan Modulus elastisitas)
-         Dapat memperkirakan adanya sumber minyak bumi, gas, atau mineral. 




Minggu, 01 Oktober 2017

Tagged under:

Wetabilitas (Wettability)





SIFAT FISIKA BATUAN
WETABILITAS (WETTABILITY)

1.      Definisi
Wettabilitas didefinisikan sebagai suatu kemampuan batuan untuk dibasahi oleh fasa fluida, jika diberikan dua fluida yang tak saling campur (immisible). Pada bidang antar muka cairan dengan benda padat terjadi gaya tarik-menarik antara cairan dengan benda padat (gaya adhesi), yang merupakan faktor dari tegangan permukaan antara fluida dan batuan.

2.      Rumus
 
σso = Tegangan permukaan benda padat-minyak, dyne/cm
σsw = Tegangan permukaan benda padat-air, dyne/cm
σwo = Tegangan permukaan air-minyak, dyne/cm
σwo = Sudut kontak air-minyak.
Suatu cairan dapat dikatakan membasahi zat padat jika tegangan adhesinya positip (θ< 75°), yang berarti batuan bersifat water wet. Apabila sudut kontak antara cairan dengan benda padat antara 75 - 105 °, maka batuan tersebut bersifat intermediet.

3.      Illustrasi



Gambar 1 Ilustrasi Wettability

4.      Methodology
Quantitative Methods
1.      Contact angles,
2.      Imbibition and forced displacement (Amott),
3.      US Bureau Method (USBM)

Qualitative Methods
1.      Wire-line logs,
2.      Production performance
3.      Imbibition’s rates,
4.      Microscope examination,
5.      Flotation,
6.      Glass slide method,
7.      Relative permeability curves,
8.      Permeability/ Saturation relationships,
9.      Capillary pressure curves,
10.  Dye adsorption,
11.  Capillary-metric method,
12.  Displacement capillary pressure,
13.  Nuclear magnetic resonance

5.      Application
1.      Geochemical  
2.      Eksplorasi                   

 

Oleh : Kelompok 7

Referensi
1.      Anderson, W.G., Wettability Literature Survey-Part1: Rock/Oil/Brine Interactions and effects on Wettability Measurement. JPT-SPE13932, 1986.

  1. Anderson, W.G., Wettability Literature Survey-Part2: Wettability Measurement. JPT-SPE13933, 1986.
  2. Anderson, W.G., Wettability Literature Survey-Part3: The Effects of Wettability on the Electrical Properties of Porous Media. JPT-SPE13934PA, 1986.
  3. Abdallah, W., Fundamentals of Wettability. Oil Field Review, 2007.
  4. E. C. Donaldson, W.A., Wettability. 2008, Gulf Publishing Company.
  5. P.J. Cockcroft, e.a.A.O., The Effect of Wettability on Estimation of Reserves. SPE-19484-MS, 1989.
  6. Ayuba, A.L.O.M., The Role of Wettability in Petroleum Recovery. Petroleum Science and Technology, 2005. 23(2): p. 169.